FILSAFAT SEBUAH NAMA

FILSAFAT NAMA

Syaiful Anwar, S.Pd 
17709251044
PPs Prodi Pendidikan Matematika B 2017

Pengertian
Di dunia ini banyak sekali pengertian-pengertian. Pengertian-pengertian itu meliputi yang ada dan mungkin ada. Sebagai contoh kalimat keren. Keren itu berbeda-beda. Keren dalam agama berbeda dengan keren dalam hal yang lain. Nabi Muhammad SAW merupakan orang yang paling keren di dunia ini apabila dipandang dari spiritualitas. Filsafat yang baik adalah yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Filsafat adalah bahasa, maka filsafat yang baik adalah yang yang dapat dimengerti. Pengertian orang awam dan orang pendidikan itu beda, jadi penggunaan filsafat pada ranah awam berbeda dengan ranah orang berpendidikan.

Arti dari sebuah nama
Arti dari sebuah nama itu dapat di pandang berdasarkan dari berbagai sudut pandang. Dapat diartikan berdasar kontemporer dan tradisional/klasik. Jadi setiap nama itu memiliki arti yang berbeda-beda, walaupun sebenarnya satu nama, tetapi dipandang dari sudut yang berbeda.

Sarat berfilsafat
Filsafat adalah berfikir itu sendiri. Bingung adalah sifat dari pikiran yang sudah buntu, maka berfilsafat itu diawali dengan bingung. Bingung di dalam pikiran adalah langkah awal dari mencari ilmu. Bingung di dalam pikiran jangan sampai bingung di dalam hati. Maka dari itu hati harus berpegang teguh dalam agama sebelum memasuki ranah filsafat, karena bisa jadi kita tersesat di dalamnya. Bingung di dalam hati menunjukkan bahwa kita masih kurang profesional. Maka dari itu setiap kita mulai berfilsafat harus di dahului dengan doa, untuk memantapkan hati kita. Dalam berfilsafat itu akan melahirkan ide dan gagasan-gagasan, namun juga harus memiliki landasan yang kuat, yaitu hati kita.

Filsafat bertujuan untuk mengacaukan fikiran, maksudnya adalah membuka wawasan kita fikiran kita supaya terbuka, tidak primitif lagi, dan kolot. Dalam mempelajari filsafat kita harus siap menerima apa yang akan kita dapatkan, maka dari itu fikiran harus lembut, sensitif dan cair. Maka dari itu setiap belajar kita harus ikhlas, ikhlas hati dan ikhlas fikir. Yang dimaksud dengan ikhlas hati adalah menerima bahwa setiap yang ada dan mungkin ada itu kehendak tuhan. Ikhlas fikir adalah siap menerima ilmu yang baru, dan tidak menolaknya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILSAFAT REFLEKSI DIRI

REFLEKSI PEWAYANGAN “MATINYA RAHWANA SANG RAJA RAKSASA ANGKARA MURKA”

PONDAMEN ILMU DAN KEBIJAKSANAAN